Selain kampus, radio mahasiswa adalah tempat saya belajar banyak hal, mulai dari dunia radio sampai ke tetek bengek kehidupan. Agak berlebihan rasanya, tapi ya memang begitu kenyatannya selama 2 tahun saya berbakti (2007-2009).
RTC UI sendiri adalah singkatan dari Radio Telekomunikasi Cipta Universitas Indonesia. Frekuensinya mengambil ranah radio komunitas yang terletak di antara 107,7-107,9 fm. RTC telah berdiri sejak tahun 1998 di Fakultas Teknik dan sampai sekarang kami sudah melalui berbagai fase pergantaian frekuensi dan kepemimpinan.
Meskipun judulnya radio kampus, RTC UI Fm beroperasi seperti layaknya radio swasta di Jakarta. Hampir semua sistemnya kami adaptasi. Yang berbeda tentu saja persoalan cash flow-nya. Uang yang masuk ke kas tidak digunakan untuk para anggotanya yang “bekerja’, tetapi untuk kelangsungan & kemajuan komunitas kami. Rasanya seperti rumah, rasanya seperti di tempat bekerja. Itulah yang saya alami selama kurang lebih 2 tahun. Wah, kalau menulis tentang RTC, saya jadi rindu.
Di tempat ini saya bukan hanya mendapatkan banyak pengalaman, tetapi juga kenalan, teman, sahabat, bahkan juga pekerjaan. Karena kolega RTC berasal dari berbagai fakultas di Universitas Indonesia, saya jadi mengenal orang-orang di luar kampus saya (FISIP). Peminatnya banyak, bahkan berdatangan dari luar kampus juga. Makanya, ada tes penyeleksian untuk menjadi anggota RTC. Biasanya tes seleksi dilaksanakan di bulan November setiap tahunnya. Para peserta harus mengambil form pendaftaran, mengisinya, dan mengerjakan semua tugas yang sudah diberikan sesuai divisi yang diminati. Ada divisi penyiar, produser, music director, marketing, teknisi, IT, & event organizer.
November 2006, saya membeli 2 formulir dan mendaftar sebagai produser & penyiar. Setelah melakukan semua tugas, tibalah waktunya tes tertulis & wawancara. Kaya proses pemilihan CPNS yah! :p Memang dasar saya demam panggung, seluruh anggota tubuh pun gemetaran saat meluncurkan jawaban-jawaban atas pertanyaan sang senior. Saat itu 1 lawan 4 orang! Tapi untungnya saya bisa menjawab semua pertanyaan. Eits, itu baru interview untuk divisi produser. Lain cerita dengan interview untuk divisi penyiar. Alahmak, tubuh saya semuanya panas dingin! Saya cuma ingat satu hal, saat itu ada sekitar 4 ampai 6 senior yang mewawancarai saya. Sudahlah, makin menciut saya. Ketika pengumuman diberitahukan pun ternyata saya lolos masuk ke divisi produser, wah rasanya senang sekali lolos di antara beratus-ratus pendaftar.
Karena konsep di RTC yang selalu mengijinkan setiap orang untuk bebas belajar ke divisi manapun setelah 1 tahun, saya pun menyambangi divisi penyiar. Saya belajar dengan anak-anak baru dari titik nol. Mulai dari teknik suara sampai simulasi siaran. Sayangnya saat itu saya sudah memasuki semester 3 di kampus, menjadi panitia malam inisiasi anak baru, dan terpilih sebagai Manajer HRD. Jadinya saya harus mengorbankan keinginan saya untuk terus belajar di divisi penyiar. Sayang banget
Padahal saat itu sudah sampai ke tes penyeleksian siaran.
Oiya, ada 2 masa di RTC yang harus dijalankan. Masa belajar di tahun pertama dan masa bakti di tahun kedua. Di tahun pertama, semua anggota harus menyerap ilmu sebanyak-banyaknya di divisinya masing-masing. Di tahun kedua, semua anggota akan dipilih oleh anggota manajerial untuk bergabung dan mengemban tugas manajerial. Kaya di kantor-kantor gitu deh
Ada HRD-nya, ada bagian finance-nya, dan setiap tahun pun ada proses pemilihan General Manager (GM) yang baru.
Tanggal 17 Agustus kemarin, RTC baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-12. Banyak sekali perubahan yang terjadi, mulai dari gedung yang kami tempati, antusiasme & kreativitas para penghuninya, sampai konsep acara ulang tahunnya. Semuanya semakin kreatif & fantastis! Happy birthday my dear radio
Well, too many memories i have in my second home. Panjanggg banget kalo diceritain satu-satu. Apalagi dulu RTC masih punya 2 ruangan, ruangan siaran dan blue room. Blue room memang benar-benar berwarna biru dan sering sekali dijadikan tempat rapat, tempat kumpul santai, tempat singgah, tempat istirahat sepulang kuliah, dan bahkan tempat curhat dan cinta bersemi di antara anggota-anggotanya. Aih!
Meskipun saya dan teman-teman sudah lulus dari UI dan sudah menjadi alumni RTC, kami tidak pernah bolos setiap ada acara berlabel RTC. Teman-teman main selama di RTC pun sampai sekarang masih setia menemani saya. Senang sekali melihat anak-anak RTC sukses di radio-radio ternama di Jakarta. Banyak sekali yang menjadi produser & penyiar di I Radio, Oz Radio, Cosmopolitan Radio, Gen Fm, & lainnya. Saya sendiri? Saya harus mengikuti suara hati & passion saya di dunia film seiring berjalannya waktu. Tetapi buat saya, RTC akan selalu ada di hati
This slideshow requires JavaScript.



