life is so pretty simple. you do some stuff. most fails. some works. you do more of what works. if it works big, others quickly copy it. then you do something else. the trick is the doing something else. -leonardo da vinci- -14.08.09 @04.02 pm-
Archive for the ‘Aksi Pena’ Category
Quote of The Day #1
Posted in Aksi Pena, tagged C'est la vie, luck, sharing, simple life, stuff, work on August 14, 2009 | Leave a Comment »
see you in the future!
Posted in Aksi Pena, C'est la vie, tagged aksi, esensi, janji, logika, masa depan, ruang jiwa, sampai jumpa, tendensi, transformasi on May 9, 2009 | 8 Comments »
kita pernah bertemu bertukar aksi dan celoteh tanpa tendensi apalagi pretensi tapi menyimpan berjuta esensi sejenak kau petik waktu “hanya kita si empunya” katamu. mereka ingin? kau bilang
dengan sederhana
Posted in Aksi Pena, tagged bahagia, cerita, hidup, kemunafikan, kesempurnaan, lelah, nilai, sederhana, tawa, topeng on December 4, 2008 | 7 Comments »
kamu tau aku hanya ingin kamu dengan sederhana tanpa harus banyak bicara tanpa harus kau tambah dengan apa-apa cukup satu duduk di sampingku dan kita
Welcome November Rain!
Posted in Aksi Pena, tagged alam, blogger, cokelat, ego, embun pagi, gelas, gunung, hujan, istirahat, logika, matahari, melodi, november, panas, pedesaan, puisi, rain, rasa, ruang jiwa, welcome on November 1, 2008 | 6 Comments »
cakrawala pagi tampak lebih cerah hari ini matahari tak seangkuh biasanya mungkin karena rintik hujan yang sempat membasahi bumi aku pergi mengunjungi ruang jiwa ingin melihat kotak khayal dan memeriksa isinya membuka lembaran baru bulan november ditemani segelas cokelat panas.. berdiri di depan jendela kamar sambil memandangi rintik hujan yang mulai berjatuhan liar kemudian menderas [...]
kertak.gertak.derak
Posted in Aksi Pena, Dunia Mayor, In My Opinion, tagged birokrasi, bureaucracy, koruptor, politik on September 22, 2008 | 2 Comments »
tersentak karena kertak membelalak karena gertak tak mampu bergerak hanya berdetak serak berteriak biarkan tergeletak tanpa derak hingga sesak merangkak hingga merah tercetak atau menunggu
dengannya.denganmu.hanya itu.
Posted in Aksi Pena, tagged cinta, hati nurani, ibu, jiwa, kerapuhan, lelah, nevereverland, puisi, rasa, sayap, senyum on September 8, 2008 | 7 Comments »
aku ingin keluar dari dunia berteriak sekuat tenaga pada ibu “aku lelah bu, lelah sekali”, keluhku. “kau baru berdiri di garis start, bahkan belum berlari nak” katanya sambil tersenyum. pelupuk mataku tak mampu menahan lagi air mata ibu tak terbiasa memelukku katanya.. supaya aku sekuat baja kata mereka, baja tak ada apa-apanya dariku aku rasa [...]
menapak.bergerak.melaju.
Posted in Aksi Pena, tagged insan, kereta api, puisi, sesak, waktu on September 5, 2008 | 6 Comments »
degup jantung terasa semakin kencang memenuhi seluruh rongga telinga juga ruang di kepala.. tak ada lagi yang tersisa bahkan untuk mendengar dengung lain langkah kaki berlari, berpacu dengan waktu mengejar kereta yang sesak menyeruak dipenuhi insan-insan dengan rupa entah apa “hei, jangan masuk lagi, sudah tak ada ruang” kataku. tapi nampaknya suaraku bak angin lewat [...]


