Archive for September, 2008

h1

memorabilia sekolah dasar

September 27, 2008

 

tak terasa satu windu telah berlalu
dua musim pun sudah bosan berganti tampaknya
menjadi saksi perjalanan kami masing-masing

aku ingin menghentikan waktu
seandainya bisa

karena celoteh dan tawa
kembali berkumpul hari ini
juga sendagurau tentang hari-hari kemarin

lucu rasanya melihatmu di masa kini
dengan raga-raga yang tak lagi kecil
dengan jiwa-jiwa yang sudah menjelma bebas

teringat kembali memori di kala itu
saat terdengar teriakan panggilan khas semasa kecil
ketika kita masih harus berbaris rapi untuk bisa masuk ruang kelas

rindu hiruk pikuk di kala bel berdentang
berlari-lari berkejaran dengan waktu
menuju makanan kantin yang sudah menunggu
atau sekedar menghabiskan bekal di kelas

bertukar canda bertukar cerita
menikmati detik-detik yang takkan sanggup kami beli

terima kasih kawan

ayo kembali merajut hidup
kelak kita pasti bertemu kembali
dalam dimensi ruang nyata yang sama

semoga..

h1

tentang laskar pelangi

September 25, 2008
“Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya..” -Pak Harfan-

Menyempatkan diri di kala sang surya tengah berjaya di bentang cakrawala. Empat orang yang penuh rasa ingin tau berjalan menuju sebuah mall di pusat kota metropolitan.

Ingin melihat sebuah drama kehidupan bocah-bocah dari Belitung yang katanya mengharukan. Dengung melodi dan music scoring yang mengiringi perjalanan alur film ini sudah sempat singgah di telinga kami seminggu terakhir ini. Ya.. membuat saya tersenyum dan lebih merasakan denyut kehidupan.

Saya memang sengaja tak ingin membaca kumpulan halamannya dahulu. Ya seperti biasa, karena sejak satu tahun lalu saya tau filmnya akan digarap oleh produser, sutradara, dan penulis handal, saya tak ingin kecewa karena sudah membaca bukunya yang pastinya detil ceritanya lebih lengkap. Jadi.. selama setahun itu saya membiarkan pikiran-pikiran saya berdansa dalam ruang imaji ketika teman-teman bercoloteh tentang sepuluh bocah dari Belitung ini.

Digarap dengan sangat serius. Riri Riza, Mira Lesmana, dan Salman Alristo bukan hanya mengabadikan sebuah drama kehidupan karya Andrea Hirata dalam pita-pita kaset, namun mereka melakukan sebuah perjalanan hebat dan berhasil menata emosi penyimak film ini lewat perjalanan mereka. Banyak yang memuji film adaptasian novel ini, namun tak sedikit pula yang mencelanya habis-habisan. Tapi, mereka yang mencela itu belum tentu bisa membuat yang lebih bagus kan?

Ikal, lintang, mahar, dan laskar pelangi lainnya punya kehidupan yang tidak seberuntung kita saat kecil. Namun kesungguhan dan semangat mereka membuat hidup selalu terbuka dan mempunyai banyak jalan indah. Bercengkrama dengan alam, belajar dengan segala keterbatasan, dan bersahabat dengan keadaan. Hal-hal tersebut mungkin yang jarang kita lakukan. Atau mungkin sudah namun kita lebih berpihak pada kalah?

Peran Bu Muslimah sebagai ibu guru laskar pelangi membuatku sempat terenyuh. Ya, seharusnya seperti itu sosok guru yang sesungguhnya, tidak termakan bujuk rayu jaman dan tetap berpihak pada hati nurani. Ia tau persis perannya. Ia sadar bahwa kaum miskin pun punya hak untuk mengenyam pendidikan yang sama dengan yang lain.

Namun laskar pelangi favorit saya justru bukan sang pemeran utama (ikal). Saya kagum dengan sosok mahar dan lintang. Sebuah sosok anak yang sangat langka pada jaman ini.

Mahar. Seorang anak yang sangat menyukai irama dan melodi. Radionya selalu setia menemani perjalanannya setiap hari. Ia tak pernah terlihat mengeluh. Meskipun keadaannya tak seberuntung anak-anak yang bersekolah di SD PN Timah, Mahar sangat menikmati hidup. Saya ingin bisa merasakan apa yang Mahar rasakan. Benar-benar menikmati setiap detik dengan senyum yang membuat hidup terasa lebih ringan tanpa keluh kesah.

Lintang. Seorang jenius alam yang sempat membuat saya menangis saat menyaksikkan perannya. Semangat belajarnya tak pernah pudar sampai ia tumbuh menjadi “seseorang”.  Bahkan ia tularkan pada anaknya juga. Lintang punya karakter yang sangat kuat dalam film ini. Kemampuan otaknya melebihi laskar pelangi yang lain. Namun bukan itu poin utamanya. Ketika ia tahu ayahnya telah tiada, Lintang benar-benar menunjukkan pada kita bahwa hidup memang keras dan tetap harus kita hadapi dengan baik apapun yang terjadi.

Ya.. saya sangat mengagumi sosok lintang. Apalagi saat ia mengucapkan sederet kalimat ini pada Ikal dengan lantang.

″Hidup itu harus punya cita-cita, dan di sekolah inilah perjalanan kita mulai!″

Seperti lirik lagunya “menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga” kawan :)

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang

tanpa lelah sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi

walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

-Nidji – Laskar Pelangi -

h1

kertak.gertak.derak

September 22, 2008

tersentak
karena kertak
membelalak
karena gertak

tak mampu bergerak
hanya berdetak

serak berteriak
biarkan tergeletak
tanpa derak
hingga sesak merangkak
hingga merah tercetak

atau menunggu kerak menguak?
hingga mereka melacak
dan jiwa terhenyak
sampai retak

mereka tak kuasa menolak
bahkan mengelak
dari birokrasi yang mereka tenggak

coba tebak
apa pantas kau sebut bijak?

p.s.: untuk para pejabat dan koruptor yang suka menyentak dan berteriak sampai terasa pekak.. bahkan sesak menyelak.

h1

berdamai dengan kegelapan

September 15, 2008

langkah kakiku berjalan menuju sebuah ruang tunggu. aku tau aku akan bertemu siapa, namun belum pernah kutatap muka dengannya sebelumnya.

ia sudah duduk di sana. ruang tunggu dengan satu meja kaca persegi panjang dan enam kursi yang mengelilinginya. tubuhnya beranjak bangun, berdiri, dan tersenyum padaku. secepat itu, padahal jarakku masih terpaut beberapa langkah dari ambang pintu.
hebat sekali, pikirku. ia dapat merasakan kehadiranku begitu cepat.

aku menyapa, tersenyum, dan ia merasakannya. baru kali ini aku bertemu orang yang benar-benar hidup. merinding. ya sosoknya sempat membuat bulu kudukku menari.

aku tertegun sejenak menyadari kesempurnaanku. namun dalam sedetik, aku justru merasa sangat kecil. bahkan tak ada apa-apanya darinya.

tak kusia-siakan kumpulan detik yang begitu berharga itu. aku pun bertukar pikiran dengannya. berceloteh dan juga mendengarkan banyak hal. asam garam kehidupan seorang ia.

ia terbiasa sendiri. naik angkot sendiri. pergi kemana-mana sendiri. ia bahkan seperti orang biasa. ia kuliah di universitas biasa. berkomunikasi dengan telepon genggam biasa. menggunakan laptop dan mengetik dengan biasa (bahkan menurutku malah lebih cepat dari orang biasa). sama seperti kita. mungkin bedanya, laptop dan handphonesendiri untuk memudahkannya.
ya sendiri, ia melakukan semuanya sendiri.
sedikit ia modifikasi

cerdas dan bersahaja. dua kata itu yang bisa kusimpulkan tentang kepribadiannya. bukan hanya sekedar pintar. ia punya sesuatu. namun pongah tak tampak sedikit pun dari raut wajah dan perilakunya.

kau tau kawan? selama tujuh tahun masa kecilnya, ia hanya tau dunia itu terdiri dari kumpulan suara saja. jangankan melihat wujud dan bentuk, sahabat kentalnya hanya hitam.

eko ramaditya adikarablogger.journalist.sound engineer.nintendo freak.music composer. and he’s a blind man.

keterbatasannya tak membuat ia berhenti berkarya. dunianya tak sekedar hitam putih. tapi justru lebih berwarna-warni dari orang normal yang bisa menelanjangi dunia bukan dengan telinga.

aku tersenyum.
menyadari betapa besar anugerah terindah dari-Nya.

aku malu.. ya jujur saja..
atau mungkin kita semua justru juga malu?

jangankan berdamai dengan kegelapan. bersahabat dengan cahaya saja kadang kita tak mampu. bergulat dengan nyata saja kadang kita mengeluh. bahkan menghindar menyerah sering menjadi pilihan. dan

ia tak hanya berdamai dengan kegelapan, tapi berteman baik.
bahkan berprestasi di dalamnya!

meskipun Rama tak pernah memilikinya, aku yakin ia bisa melihat. bahkan melihat lebih dari apa yang bisa mata sejati lihat.
karena ia.. menyentuh dunia dengan rasa.

terus berkarya Rama, hidupmu menginspirasiku!
dan mungkin juga hidup banyak orang di luar sana..

glad to be ur new friend.. God bless ur whole life!

p.s.: i recomend “The Power of Blind” to read. the book is a very simple autobiography but so powerful & inspirational (btw, he made it by him self with his own fingers!) :)

h1

shit happens.yeah..

September 9, 2008

Aaaaaa…
Pengen hiking terus teriak sekenceng-kencengnya di atas gunung!

Yeah i know shit happens. Tapi kenapa di hari yang menyenangkan dan di bulan penuh rahmat ini???
Gila yah, bulan puasa kaya ga ada artinya sama sekali!
Damn! Fuckin’ bastard pickpocket! semoga rahmatmu berlimpah..

Masalahnya bukan berapa harga hpnya, tapi itu amanat bokap gue..
Tas baru gue yang ciamik nan keren itu juga disilet sampe ke dalem-dalem
udah kaya operasi bedah!
Gue curiga si pencopet adalah mantan dokter bedah yang dipecat lalu frustasi pindah profesi!!

Hebat! Sampai sekarang gue masih kagum dengan caranya mengambil handphone gue yang letaknya tersembunyi.. Aahh..aku terpana..

Yayayaa.. harus ngurus nomor lagi, menyebalkan..
Mana ngurus nomor XL prosedurnya ribet bgt lagi, mahal pula!
Any ideas to get my xl number with an easy and fast way?

Aduh jadi skeptis kalo naik kreta nih.. huhu..

Tapi itu akses paling cepat menuju kantor, lalu gue harus bagaimana? Nyewa helikopter pribadi?!! Yeah, i wish i could!

Kalo kata temen gue, “Jangan pernah percaya siapapun deh cy karena di kereta isinya dari orang jahat sampai orang yang lebih jahat lagi. Jadi pasang tampang judes aja ke semua orang..”

Tadinya gue sih ga nanggepin pendapatnya, tapi setelah kejadian sore tadi menuju kampus tercinta..

Yeahh.. i’m being so sceptical now..

and then maybe.. :(

h1

hai.maaf.tolong.terimakasih.

September 9, 2008

hey.sorry.please.thank you.

There’re four easy words to write but so hard to tell sometimes..

Entahlah.. semakin banyak yang dilakukan setiap hari, kadang manusia luput mengucapkan 4 kata di atas..

Kadang gue risih kalau dalam 1 hari tidak mengucapkan 4 kata itu, mungkin karena sudah terbiasa dari kecil.

Tapi semakin bertambahnya umur, gue sadar mengucapkan 4 kata itu bukan hanya sebuah kebiasaan, tapi lebih karena apresiasi gue ke orang-orang yang gue temui setiap hari.

I think there aren’t just a short words but have magic impacts too.
Can u believe
this?
When u saw someone on street and u said ‘hey’ with a great smile, u bring out some happiness to him/her.

Tanpa sadar kita mengeluarkan energi dan aura positif ke orang-orang di sekitar kita.

A simply ”Hey..” when u meet someone in every place
A meaningful “sorry” when u did a mistake with someone

A humbly “please” when u want to ask someone to help u do something
And a perfect “thank you” when someone has helped you

Tidak terlihat namun mereka merasakan.

Kecil namun berarti.

Come on make a better world with this simply four words, of course do it with smile!
It very works!

nb: do it with smile tentunya nggak berlaku untuk kata “sorry” ya hehe.. ;)

h1

dengannya.denganmu.hanya itu.

September 8, 2008

aku ingin keluar dari dunia
berteriak sekuat tenaga pada ibu

“aku lelah bu, lelah sekali”, keluhku.

“kau baru berdiri di garis start, bahkan belum berlari nak” katanya sambil tersenyum.

pelupuk mataku tak mampu menahan lagi air mata
ibu tak terbiasa memelukku
katanya.. supaya aku sekuat baja
kata mereka, baja tak ada apa-apanya dariku
aku rasa mereka keliru
kapas pun lebih kuat dari atmaku
ia rapuh, terlalu rapuh bahkan

atau itu.. hanya rasaku?

aku muak dengan topeng
aku muak dengan fana
tapi kadang aku juga perlu untuk bertahan
ya.. munafik memang

seandainya aku punya sayap
agar tak usah berlari lagi
aku ingin mengunjungi nevereverland
belajar memandang dunia lewat sebuah lensa suara
agar tak ada lagi tatap
bahkan topeng pun entah untuk apa
agar tak usah berlari
tapi beriring bersama
bergerak bersama dengan canda

dengannya
denganmu
dengan cinta
dengan rasa..

hanya itu.

h1

menapak.bergerak.melaju.

September 5, 2008

degup jantung terasa semakin kencang

memenuhi seluruh rongga telinga

juga ruang di kepala..

tak ada lagi yang tersisa bahkan

untuk mendengar dengung lain

langkah kaki berlari, berpacu dengan waktu

mengejar kereta yang sesak menyeruak

dipenuhi insan-insan dengan rupa entah apa

“hei, jangan masuk lagi, sudah tak ada ruang” kataku.

tapi nampaknya suaraku bak angin lewat

atau mereka yang tak mengerti bahasa manusia?

aku rasa mereka dengar namun acuh lebih baik nampaknya

mereka hanya ingin melaju

berpacu dengan waktu

ya.. sama sepertiku..

h1

kemunafikan nurani

September 5, 2008

Beberapa terakhir ini gue memperhatikan perilaku orang-orang di sekitar gue, kok kerasa ada yang beda ya?

Ada sebuah kemunafikan nurani di sana…
atau gue aja yang terlalu sensitif?

Nggak juga ah, ada kok beberapa temen gue yang juga ngrasain hal ini..

Kata bunda, menganalisis orang sudah gue lakukan sejak kecil, tapi yang sekarang gue rasain ini beda, rasanya muak… yaa.. just lil bit sih..

Tapi tetep aja, I really hate fake people.
Kalo gue perhatiin.. kok makin banyak orang yang jadi pengekor ya? Rela ngelakuin apa aja, rela ngikutin kemana aja, rela ngorbanin kejujurannya..

makes a drama in their life & do all d fake things

Ini bukan sudut pandang gue secara subjektif, analisis ini timbul karena gue membandingkan sifat beberapa orang yang dulu dengan yang sekarang…

Kalo alasan klisenya sih “hei, it’s life!”

Iya juga sih, bakal banyak yang berubah, energi-energi positif makin lama makin menyusut dari jiwa manusia..

Tapi gue ga rela kalo semua itu terjadi sama orang-orang di sekitar gue..

Kekuasaan, harta, pengaruh yang besar, bahkan cinta kadang menjadi alasan yang membuat semua itu terjadi…

Gue adalah orang yang independen, tapi bukan berarti orang-orang di sekitar gue menjadi tidak penting, they’re my life..

Tapi di satu sisi, gue lebih menghargai orang yang berjalan di sebelah gue, bukan di depan atau belakang gue..

Cos we’re FRIEND..

Orang yang bukan hanya mau bercerita dan mengeluh, tapi juga mau mendengarkan..

Dan intinya, yah nggak palsu, no pretenders…

Susah sih nyari orang yang kayak gitu, tapi gue bersyukur di dalam hidup gue masih ada mereka yang nggak pake topeng, tapi tetep aja langka…

I love & appreciate them. No. I mean. I really. :)

h1

.another first.another new.

September 1, 2008

first day on September..

first day on fasting month..

first work day in one of TV station in Jakarta..

first day believe to create a blog again..

it’s just another first day of my life..

new paper on my books..

new line on my paragraphs..

new chapter of my life..

it’s just my another new beginning..