h1

tommorow will never be the same

November 9, 2009

we grew up just like the others do. despite many years change everything between us, it’s tickle time when we frequently talk about how we roll nowadays.

paint ur life like it never be grey

hey, it’s just the same you, why am i so surprised? maybe the cause is ur simplicity, as always. am i still have the same feeling? i never know about it. but what i do know is we’re overall the same human beings. things have changed, our body, our appearance, our objective, and our view of life. but we still have something that haven’t.
we’re pretty tired about the old days. we walked on our own track, never say hi to each other, built our castle, and finally we met under the very very plain & ordinary circumstance.
yesterday was really different. today is surprise and tommorow will never be the same. let’s play the rollercoaster! still a bit ackward, we love it though! don’t we? ;)

-under the rainbow ambience 09.10.09 @04.37pm-

h1

light of grace

October 30, 2009

I got it from my new friend. Thank for involving me in ur project dear Restu Kilau Cahaya ;)

light of joy

light of joy

Lucia means light (Latin). Nancy means grace/favour (Hebrew/French). i’m d light of grace :) what about you?

*additional info (taken from here)

1.Saint Lucia is an island in the Caribbean. It was named after Saint Lucy (Lucia) of Syracuse. Saint Lucia enjoys a high degree of popularity in Scandinavian countries, where her feast day is celebrated every December 13th. Her connection to light is considered particularly important in these northern countries that receive so little sunlight in the winter months. It was the most popular name in Spain in 2006

2.Nancy is a city in north-eastern France. Famous bearers include US politician Nancy Pelosi, Nancy (Anne) Reagan, wife of former American president Ronald Reagan, and singer Nancy Sinatra. In ‘Oliver Twist’ by Charles Dickens, Nancy is the lover of the murderous Bill Sykes. Nancy Drew is a popular detective in children’s literature. Nancy can be a name given to an effeminate man.

-my cubicle 301009 @11.42 am-

h1

simply complicated thing

October 15, 2009

i think i’m gonna die. i can deal with the english talk. but i can’t explain well about the direction point and the most influential person of my next big thing just asked me. why i’m soo blind about it? :( nooo, i do know how to read a map, i’m good enough for it. but if u asked me about the way to one place,  even i excatly know the route, better just let me die in ten second.  of course wake me up then. it’s a simply complicated thing. i still can’t deal with it since my childhood.

i took a very very long breath when her attention to me distracted by another woman in the room. then she asked me again, but thanks ma’am, u’re a nice-but-a-pretty-supperior-woman-on-my-first-imppression. she asked me another questions based on my experiences. fuhh..thanks God i made it happen for the first time. hei wait, u smell a job interview here? nope. it’s an interview for volunteering music event. i do love being a volunteer for some reason. yeay. Godspeed.

simply complicated

simply complicated

*u can find the picture here

-in d’ middle of unconsciousness 15.10.09 @07:07pm-

h1

john mayer – clarity

October 14, 2009

am addicted to his music. sometimes it can relieve feeling. the more i listen, the more i feel alive. what’s yours?

“and I will wait to find, if this will last forever
and I will wait to find, if this will last forever
and I will pay no mind..”

-14.10.09 @10.01 am-

h1

extra mile

September 4, 2009

Saya selalu tersenyum ketika mendengar cerita orang-orang hebat atau cerita langsung dari mulut orang yang (saya anggap) hebat.

Kamis siang adalah waktu yang selalu menjadi waktu favorit saya. Bertemu dengan 9 teman luar biasa dan 1 guru yang hebat. Salman Aristo. Ia adalah penulis dan penggila film. Semua jenis film mungkin sudah pernah ditontonnya. Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang profilnya ya ;)

“Something that doesn’t work will show u what work.”
Itu salah satu dari ribuan kalimat cantik yang membuat saya langsung berpikir.
Oh ada lagi,
“The art of problem solving is the art of knowing.”
Ya, tidak salah lagi, itu semua ia dapatkan dari ribuan film-film yang pernah menjadi “guru hidup”-nya.

Saya banyak belajar dari beliau. Kalau biasanya kita hanya mengangguk atau komat-kamit “iya juga ya”, “bener banget nih”, setelah membaca kalimat-kalimat motivasi atau yang menginspirasi, guru partner kami yang satu ini langsung  mengaplikasikannya ke dalam hidup sehari-hari

Kaidah 10.000 jam. Topik bahasan ini yang membuat otak kiri saya mulai bekerja dan otak kanan saya berkhayal di dunia masa depan.

Kenapa Bill Gates bisa sukses seperti sekarang dengan perusahaan perangkat lunaknya?

Kenapa The Beatles bisa tenar hingga detik ini padahal banyak band yang  (mungkin) lagu-lagunya lebih bagus pada jamannya?

Itu semua karena 10.000 jam. Jauh sebelum mereka sukses dan namanya melekat di otak para manusia, mereka melakukan penelitian, latihan, percobaan, dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan profesi dan hobi mereka selama 10.000 jam.

Setelah dipikir-pikir, benar juga ya.. Manusia (termasuk saya) sering banyak maunya dalam waktu singkat tanpa usaha lebih. Apalagi artis dan penyanyi instan yang kadang menghalalkan segala cara supaya bisa dilihat dan menjadi buah bibir banyak orang. (Bukannya mau menjadi subjektif ya, tapi memang ini realitanya bukan?)

“Going the extra mile!” Seseorang bisa menghasilkan lebih karena mereka melakukannya lebih. Jangan berharap bisa menjadi sutradara terkenal kalau menonton film saja jarang, jangan berharap jadi pengusaha sukses kalau dengan kondisi perekonomian saja tidak akrab, dan jangan berharap jadi penulis sukses kalau menulis saja ogah-ogahan. *Yang terakhir rasanya menampar pipi imaji saya.

Ibarat obor,  api saya jadi semakin berkobar. Setelah perbincangan saya dan teman-teman mengenai “comfort zone” menjadi wacana yang tak ada habisnya, sekarang rasanya “extra mile” bisa menjadi topik bahasan yang (saya) harap tidak mati sebagai wacana saja.

10.000 jam. Kalau kata partner kami yang mengutip dari Umar Kayam “24 jam itu banyak, apalagi 1 minggu”,  setiap hari tentunya kita bisa menabung untuk bisa berkarya dalam 10.000 jam itu ya..

Kalau saya ingin berusaha membaca setiap hari setidaknya 2 jam dan menulis 1 bahasan dalam 1 minggu (di luar pekerjaan tentunya).
Rasanya membiasakan diri untuk biasa melakukan hal-hal yang kita sukai bisa menjadi hadiah kita di masa depan.

You don’t know what happen next if you don’t try your best, right? The extra mile will surprise u..

Selamat menabung untuk 10.000 jam kalian masing-masing teman! ;)

Wish me luck..

*feel free to leave ur comments, i love opinions!

-my cubicle, 070809 @ 11.07 am-

h1

in(depend)ent

August 19, 2009

what do you think when i say independent?

great moment with great people

cerita carita

it’s not about independence day or nasionalism.
my story below will tell (or ask maybe)  about our self.

have u ever felt so pretty free? when u can do everything u wanna do, when u can say outloud all d words u wanna say, and when u not depend at all to anybody..

maybe sometimes u feel that you are an independent human, u went to many places, u ate your fav. foods, u did all your fav. things, and constantly keep track of your stuffs & your valuable moments.

it’s very easy to be independent when you’ve got money. but to be independent when you’ve got nothing, that’s a big challenge in life.

hei it’s not about money or tavelling stuff! it’s about your passion, your will, and your desire. i’m not independent completely, but i’m on my way to be. i wanna walk away from my cubicle, take a deep breath, & start to see the world. fly, follow my passion, & feel so free!

how bout you? are u an independent human being?
did u follow ur passion of life? break a leg friends!

“I am no bird, and no net ensnares me, i am a free human being with an independent will.” -Charlotte Bront-

-my cubicle, 190809 @ 2:01 pm-

h1

quote of the day

August 14, 2009

life is so pretty simple. you do some stuff. most fails.

some works. you do more of what works.

if it works big, others quickly copy it. then you do something else.

the trick is the doing something else.

-leonardo da vinci-

-14.08.09 @04.02 pm-

h1

syarat mutlak

May 25, 2009

setiap malam di pertengahan sampai akhir bulan mei 2009 saya harus bergelut dengan mesin canggih bernama komputer yang selalu membantu saya mengedit tugas karya akhir demi mendapatkan gelar ahli madya di dunia penyiaran dari sebuah kampus yang katanya paling ternama di Indonesia.

sebenarnya lelah sekali karena setiap pagi saya pergi ke kantor dan setiap malam hingga pagi lagi harus bermesraan dengan software-software aneh bin ajaib lagi-lagi dengan mata mengantuk dan sisa tenaga yang untungnya masih ada.

saya jadi takjub begitu besar kekuatan seseorang untuk bekerja di bawah tekanan atau yang lebih akrab di telinga kita deadline.

ketika belum mendekati saat-saat genting rasanya malas sekali bahkan sampai tak ingin menyentuhnya namun ketika sudah tinggal sisa beberapa hari otak rasanya tak berhenti bekerja sehingga kreativitas semakin meningkat dan jari jemari semakin lihai berdansa.

deadline. hebat ya dia bisa membuat saya kamu dia mereka bertekuk lutut hingga mau merelakan jam tidur dan waktu bersenang-senang hanya demi sebuah alasan. alasan yang susah sekali kita tolak yaitu syarat. syarat mutlak.

-pesona khayangan 25.05.09 @ 01.45 am-

h1

see you in the future!

May 9, 2009

rekaman masa lalukita pernah bertemu
bertukar aksi dan celoteh
tanpa tendensi
apalagi pretensi
tapi menyimpan berjuta esensi

sejenak kau petik waktu
“hanya kita si empunya” katamu.

 

mereka ingin?
kau bilang tak boleh
lalu menyimpannya rapat
erat.

hingga sadar satu asa satu rasa jadi nyata

tapi mengapa tak menyatu?
malah lebur dan leleh tersebar

sampai jumpa di masa depan

perlahan kita melukis waktu
dengan kuas usang masing-masing
membiarkanmu membiarkanku
bermain dalam ruang imaji

berlari sendiri-sendiri  sambut logika
bergulir tenang tanpa riak
tapi bergejolak dalam dasar

kau pernah berkata

“mungkin bukan hari ini”

dan aku tak pernah lagi resah
dengan tranformasimu

“see u in the future!”

-ruangjiwa 09.05.09 11.17 pm -

h1

kotak ajaib

April 29, 2009

Setelah saya kuliah di bidang broadcasting dan bekerja di salah satu televisi swasta lokal, saya jadi enggan menonton tv. Bukan karena apa-apa, tapi sedang tak mau banyak racun saja di otak saya. Takut juga tersihir oleh acara-acaranya.
Yah, paling hanya hari minggu saja, itu juga hanya menyentuh channel-channel tertentu yang konten programnya berbobot.

*indikasi program berbobot itu apa ya sebenarnya? haha.. yah setidaknya tontonan yang bisa nambah pengetahuan setelah saya menontonya.

Belakangan ini, saya mencoba bersahabat lagi dengan kotak ajaib itu.

Hebat ya orang Indonesia..atau justru ironis?tv oh tv..
Ada acara tangis-tangisan bersama, ada acara gosipin artis bersama, ada acara nyanyi-nyanyi dan teriak-teriak bersama, sampai sejumlah sinetron merajai seluruh program televisi dan bikin ibu-ibu kita lebih demen nangkring di depan tipi ketimbang nyiapin masakan buat si bapak.

Lho..saya kan kerja di stasiun tv juga, kenapa saya seenaknya mengkritik acara tv?
Untungnya..saya tidak bekerja di stasiun tv yang memproduksi acara-acara yang saya sebutkan di atas tadi. Bukan masalah idealisme, tapi rasanya munafik saja jika saya mengkritik namun saya malah ikut mendukung acara-acara tersebut.

“Ya gimana dong, kalo nggak ngikutin trend dan selera masyarakat, mau dapet gaji darimana? Idealis sih sah-sah aja, tapi dompet kosong coy!”

Kira-kira seperti itu perkataan yang muncul dari mulut orang-orang produksi TV yang punya duit buat bikin program.

Susah ya kalau idealisme tv sudah beradu dengan uang dan selera masyarakat. Hasilnya? Jangan ditanya, bejibun program yang “aneh-aneh” bermunculan. Aneh menurut kacamata saya lho..

Terus gimana dong? Ya nggak gimana-mana. Pada dasarnya orang itu kan menonton tv untuk mencari hiburan. Cape-cape pulang dari sekolah, kampus, atau kantor kok ya disuruh nonton acara yang pake mikir?

Industri TV kita memang masih sangat tergantung dengan rating dan share, susah kalau ingin kembali ke jaman TVRI dulu. Bikin acara bagus pasti selalu ditonton, yah namanya juga cuma TV tunggal.

Akhirnya kita lagi-lagi bicara tentang pilihan. Nggak mungkin kan kita ngubah acara-acara yang udah ada? “Kecuali kita yang punya TV coy!”

Ya kalau mau nonton acara-acara yang bagus, konsisten aja dengan tontonan-tontonan itu. Jangan maki-maki acara TV yang nggak disuka tapi tetep nonton.

By the way, untungnya masih ada stasiun TV yang punya idealisme. Di tengah maraknya stasiun TV yang selalu kejar-kejaran angka rating, TV One, Metro TV, dan O Channel masih setia mendampingi pemirsanya dengan acara-acara yang bermutu namun tetap dikemas secara santai dan menarik. Terimakasih lho..

Yah,  semoga saja stasiun-stasiun TV lain bisa konsisten dengan program-program bermutunya.. Sedikit juga nggak apa-apa, asal jangan sinetron melulu aja isinya. “Kasian si bapak dicuekin gara-gara si ibu mantengin tipi terus” ;)

h1

perihal ikhlas

December 31, 2008

Setelah mengalami banyak hal yang sempat “menguji” hidup di tahun ini, saya jadi sadar begitu banyak hal yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan.

Setiap hari saya mencoba mengisi lembaran putih kehidupan dengan tinta hitam yang tak terlalu pekat namun juga tak terlalu buram.
Saya sadar, tidak semua tulisan bisa dinikmati orang, tidak semua tulisan bisa enak dibaca. Untuk membuatnya bisa dinikmati banyak orang, kadang saya harus merevisi setiap lembarnya, bahkan mengulangnya dari awal. Mengganti tinta, merobek kertas, sampai kadang harus merubah gaya dan bentuk tulisan. Tidak menjadi murni lagi memang, but that’s the only way to get a good writing.

Dalam proses menulis ini saya banyak belajar. Kita hidup dalam lingkungan sosial yang penuh dengan rupa egoisme. Kadang saya berpikir “ini toh gaya saya, ya terserah orang mau suka atau tidak”. Tapi saya sadar kalau kita itu saling terkait. Kita tidak bisa hidup tanpa orang-orang di sekitar kita. Orang-orang yang tanpa kita sadari telah menopang hidup kita.

“Kasat mata, tapi ketika kehilangan, kita baru akan bersyukur bahwa kita pernah memiliki mereka.”

Banyak hal yang terjadi selama setahun ini. Kegembiraan, kesedihan, kehilangan, kelahiran, kematian, kekecewaan, kemajuan, kesuksesan, dan kehancuran. Dari mulai saling berbagi sampai tikam menikam di belakang. Dari mulai menghargai arti kejujuran sampai tak lagi peduli dengan hitam atau putih. Dari mulai merasakan sukses sampai harus jatuh bangun karena uang. Dari mulai tersenyum karena kelahiran baru sampai harus bergelut dalam duka karena sebuah kematian dan kehilangan besar. Sampai dari mulai berbunga-bunga hingga harus hancur berkeping-keping karena cinta.

Bukan hal mudah untuk merasakan transisi dari pelangi ke hitam putih. Mata kita terbiasa dengan banyak warna lalu harus dihadapkan pada hitam dan putih, kadang abu-abu. Telinga kita biasa dihadapkan dengan senandung lagu merdu lalu harus dihadapkan pada tangisan dan keluhan, kadang jeritan meronta. Mulut kita terbiasa dengan makanan enak lalu harus dihadapkan pada piring kosong, kadang juga beserta gelas kosongnya.

Perubahan, apapun itu bentuknya, mungkin bisa cepat kita terima bila isinya menyenangkan. Tapi bagaimana jika kita harus mengorbankan sesuatu demi perubahan yang tidak kita inginkan? Kehilangan besar, kesedihan mendalam, bahkan ada yang sampai frustasi, atau gila mungkin?

Saya yakin tidak semua orang itu kuat, bisa melihat semua hal dari segi positif. Menyelesaikan masalah, membenahi diri sejenak, lalu kembali menghadapi realita. Kalau semua orang bisa begitu, wah.. dunia hebat sekali punya orang-orang yang sangat besar hatinya dan lapang seluas lapangan bola.

Ikhlas. Sangat klise. Semua orang bisa bilang begitu ketika memberi saran. Tapi apa menjadi mudah ketika kita yang harus menjalaninya? Apa menjadi mudah ketika kita yang merasakannya? Merasakan hal yang membuat tenggorokan tercekat, merasakan hal yang membuat kita jatuh terpuruk, atau bahkan hal yang sempat menghentikan segala rutinitas kita. Berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan mungkin ada yang bertahun-tahun baru bisa menyelesaikan, melupakan, dan memulai lagi untuk menerima keadaan.

Saya bukan menulis untuk memberikan solusi. Hanya sekedar menyadarkan kembali saja bahwa rasa sakit itu memang ada. Nyata dan kita rasakan. Ya..begitulah dinamika rasa dalam hidup. Selalu penuh kejutan baru tanpa pernah kita tau akhirnya akan seperti apa.

Kalau saya lebih memilih untuk menghadapinya. Ya itu tadi, belajar untuk ikhlas. Mungkin saja enegi-energi positif bisa kembali merasuki jiwa dan kualitas hidup kita menjadi selangkah lebih maju. Ya susah. Siapa bilang mudah? Tapi kalau tidak mencoba, kita tak akan pernah tau bukan? Sekarang, hari ini, atau besok mungkin ada sesuatu yang baik yang memang dipersiapkan untuk kita.

Yah sekali lagi memang klise, tapi ini sudah saya jalani selama setahun kemarin (blm termasuk tahun-tahun sebelumnya ya). Makanya saya bisa bilang begitu ;)

I believe Gos always has his best plan for us. Sometimes all we need is sincerity, not surrender.

*membuka ruang jiwa yang lebih luas dan lapang memang bukan PR yang mudah, saya pun masih tergopoh-gopoh melakukannya..

Bagaimana dengan anda?

h1

dengan sederhana

December 4, 2008

kamu tau
aku hanya ingin kamu
dengan sederhana
tanpa harus banyak bicara
tanpa harus kau tambah dengan apa-apa

cukup satu
duduk di sampingku
dan kita tertawa tentang banyak hal
tanpa malu
tanpa ragu

buang jauh topengmu
aku tau
kau lelah bukan?

lepaskan saja sejenak jubahmu
tak perlu takut
aku tak menilaimu dari apa yang kau pakai

aku hanya ingin melihatmu
dengan sederhana

maka dari itu
kita belajar untuk berdampingan saja
tak perlu melaju lebih dulu
atau merasa kalah dariku

karena kita
ada di jalan yang sama

tertawa bercanda
bertukar cerita
dengan sederhana

itu saja..

h1

welcome november rain

November 1, 2008

cakrawala pagi tampak lebih cerah hari ini
matahari tak seangkuh biasanya
mungkin karena rintik hujan yang sempat membasahi bumi 

aku pergi mengunjungi ruang jiwa
ingin melihat kotak khayal
dan memeriksa isinya

membuka lembaran baru bulan november
ditemani segelas cokelat panas..

berdiri di depan jendela kamar
sambil memandangi rintik hujan
yang mulai berjatuhan liar kemudian menderas
lalu meninggalkan jejak embunnya

menghirup udara pagi yang masih putih
ditemani panorama gunung yang menjulang
bersembunyi malu di antara kabut putih
lalu merasakan semilir bayunya yang mulai membeku tajam

menggambar di atas kaca yang berembun
menikmati segelas cokelat panas
yang menentramkan raga

sejenak..
mengistirahatkan logika
berdamai dengan ego
dan meneduhkan jiwa..

mengalun pelan bersama lantunan melodi rasa
menikmati setiap tetes hujan
yang menghampiri bulan November..

november rain

h1

selamat hari blogger nasional ke-2!

October 27, 2008

Tadinya gue nggak tau kalo hari ini (Senin, 27 Oktober 2008) adalah Hari Blogger Nasional ke-2.

Pesta Blogger 2008

Gue baru tau waktu dikirimin sms dari seorang teman yang bekerja di sebuah stasiun radio.
(btw, thanks for d’ info Caesar)

Lalu gue menjadi penasaran dan langsung mencarinya di Google.
Wee.. ternyata benar hari ini hari blogger nasional ke-2.
Yang pertama itu tepat setahun lalu.

Kenapa tanggal 27 Oktober?
Setelah gue baca-baca, ternyata tanggal itu asal dicetuskan aja sama Menkominfo Mohhamad Nuh waktu menghadiri Pesta Blogger 2007.
Itu adalah sebuah acara gathering blogger nasional yang diadakan di Blitz Megaplex.
Wah enak banget ya jadi mentri, bisa mencetuskan hari nasional kapan aja hehe..

Menurut Mohhamad Nuh, blogger memiliki peran dalam hal edukasi dan memberdayakan masyarakat. Ia juga berharap blogger tidak ‘malu-malu’ atau takut dalam menulis blog.

Oiya, untuk merayakannya, ada Pesta Blogger 2008 lho..

“Pesta Blogger 2008 tahun ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 22 November 2008 di Gd. BPPT II, Jl. MH Thamrin no. 8, mulai pukul 10.00 pagi. Para peserta juga diharapkan untuk memberikan kontribusi sebesar Rp 50,000,- dan sebagai gantinya akan mendapatkan snacks, lunch box, free-flow minuman selama acara berlangsung, dan goodie bag.”

PhotoContest Pesta Blogger 2008

Hahaha..gue jadi bantuin promosi gini.
Hmm..kalo lagi ga ada acara, dateng ah..

Oiya ada Photo Contest-nya juga lho..
klik aja icon di samping ;)

Hey kalian! Yuk Ngeblog!

Bentangkan jendela dunia dengan membaca & menulis!

h1

kelakuan para wakil rakyat

October 8, 2008

Deu..deu.deu..
Baca koran tempo pagi ini sambil nunggu kereta, eh headline-nya bikin gue geleng-geleng kepala lagi sambil tersenyum dan memicikkan alis..

“Dana BI RP 68,5 Miliar Mengalir ke Jaksa”

Duh.. kayanya duit segitu dikitt banget..
udah kemarin kasus Al Amin Nasution, kasus Miranda Gultom.. eh sekarang kasus mantan Gubernur dan Direktur Bank Indonesia.

Hmm..kayanya.. trend kasus suap ga akan pernah mati deh..
Satu suap semua suap..
Siapa bilang yang bisa latah cuma orang-orang biasa seperti kita dengan trend mode dan fashion?
Para pejabat dan wakil rakyat ngak mau kalah dong ;)

Coba deh liat data yang gue copy paste dr Tempo, edisi 6 Oktober 2008

KE MANA DUIT BI?

Uang keluar Rp 127,75 miliar
Diduga ke DPR Rp 31,5 miliar
Diduga ke kejaksaan Rp 68,5 miliar
Uang jasa pengacara Rp 16,81 miliar
Jumlah Rp 116,81 miliar
Dana yang belum ketahuan Rp 10,94 miliar

Wow.. menakjubkan bukan?
Di kala krisis ekonomi Amerika yang pastinya menyebabkan efek domino dan mengenai Indonesia juga, para wakil rakyat justru bermain dengan lembaran uang milyaran rupiah.
Yah.. katanya sih buat ongkos supaya gak ditangkep.

“Kan malu, masa pejabat Bank Indonesia ditangkep”

Itu sih belum seberapa, coba kalau dibandingkan dengan kondisi orang-orang yang masih tidur beralaskan kolong langit, rumah-rumah pinggiran yang digusur, banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan mencicipi bangku pendidikan..
Kelakuan para wakil rakyat ini jadi suka bikin gue nelen ludah.

Kenapa sih udah tau salah justru malah dilindungi dengan alasan “masa wakil rakyat ditangkep”?
Wong maling ayam aja ditangkep, masa orang yang ngambil duit rakyat justru malah ditolongin..

Susah memang membenahi masalah korupsi, apalagi menangani kelakuan para wakil rakyat.
Kalau sudah begini, dimana letak hati nurani? *Emangnya masih punya?
Apa perihal benar dan salah masih ada bedanya?
Apakah penjara dan hukuman bertahun-tahun hanya berlaku untuk masyarakat awam yang tak punya banyak uang untuk menyuap?

Ya..ya..ya.. sekali lagi kita hanya bisa berdemo atau hanya sekedar geleng-geleng kepala menonton atraksi mereka lewat layar televisi dan membacanya dalam lembaran halaman surat kabar setiap pagi..

h1

memorabilia sekolah dasar

September 27, 2008

 

tak terasa satu windu telah berlalu
dua musim pun sudah bosan berganti tampaknya
menjadi saksi perjalanan kami masing-masing

aku ingin menghentikan waktu
seandainya bisa

karena celoteh dan tawa
kembali berkumpul hari ini
juga sendagurau tentang hari-hari kemarin

lucu rasanya melihatmu di masa kini
dengan raga-raga yang tak lagi kecil
dengan jiwa-jiwa yang sudah menjelma bebas

teringat kembali memori di kala itu
saat terdengar teriakan panggilan khas semasa kecil
ketika kita masih harus berbaris rapi untuk bisa masuk ruang kelas

rindu hiruk pikuk di kala bel berdentang
berlari-lari berkejaran dengan waktu
menuju makanan kantin yang sudah menunggu
atau sekedar menghabiskan bekal di kelas

bertukar canda bertukar cerita
menikmati detik-detik yang takkan sanggup kami beli

terima kasih kawan

ayo kembali merajut hidup
kelak kita pasti bertemu kembali
dalam dimensi ruang nyata yang sama

semoga..

h1

tentang laskar pelangi

September 25, 2008
“Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya..” -Pak Harfan-

Menyempatkan diri di kala sang surya tengah berjaya di bentang cakrawala. Empat orang yang penuh rasa ingin tau berjalan menuju sebuah mall di pusat kota metropolitan.

Ingin melihat sebuah drama kehidupan bocah-bocah dari Belitung yang katanya mengharukan. Dengung melodi dan music scoring yang mengiringi perjalanan alur film ini sudah sempat singgah di telinga kami seminggu terakhir ini. Ya.. membuat saya tersenyum dan lebih merasakan denyut kehidupan.

Saya memang sengaja tak ingin membaca kumpulan halamannya dahulu. Ya seperti biasa, karena sejak satu tahun lalu saya tau filmnya akan digarap oleh produser, sutradara, dan penulis handal, saya tak ingin kecewa karena sudah membaca bukunya yang pastinya detil ceritanya lebih lengkap. Jadi.. selama setahun itu saya membiarkan pikiran-pikiran saya berdansa dalam ruang imaji ketika teman-teman bercoloteh tentang sepuluh bocah dari Belitung ini.

Digarap dengan sangat serius. Riri Riza, Mira Lesmana, dan Salman Alristo bukan hanya mengabadikan sebuah drama kehidupan karya Andrea Hirata dalam pita-pita kaset, namun mereka melakukan sebuah perjalanan hebat dan berhasil menata emosi penyimak film ini lewat perjalanan mereka. Banyak yang memuji film adaptasian novel ini, namun tak sedikit pula yang mencelanya habis-habisan. Tapi, mereka yang mencela itu belum tentu bisa membuat yang lebih bagus kan?

Ikal, lintang, mahar, dan laskar pelangi lainnya punya kehidupan yang tidak seberuntung kita saat kecil. Namun kesungguhan dan semangat mereka membuat hidup selalu terbuka dan mempunyai banyak jalan indah. Bercengkrama dengan alam, belajar dengan segala keterbatasan, dan bersahabat dengan keadaan. Hal-hal tersebut mungkin yang jarang kita lakukan. Atau mungkin sudah namun kita lebih berpihak pada kalah?

Peran Bu Muslimah sebagai ibu guru laskar pelangi membuatku sempat terenyuh. Ya, seharusnya seperti itu sosok guru yang sesungguhnya, tidak termakan bujuk rayu jaman dan tetap berpihak pada hati nurani. Ia tau persis perannya. Ia sadar bahwa kaum miskin pun punya hak untuk mengenyam pendidikan yang sama dengan yang lain.

Namun laskar pelangi favorit saya justru bukan sang pemeran utama (ikal). Saya kagum dengan sosok mahar dan lintang. Sebuah sosok anak yang sangat langka pada jaman ini.

Mahar. Seorang anak yang sangat menyukai irama dan melodi. Radionya selalu setia menemani perjalanannya setiap hari. Ia tak pernah terlihat mengeluh. Meskipun keadaannya tak seberuntung anak-anak yang bersekolah di SD PN Timah, Mahar sangat menikmati hidup. Saya ingin bisa merasakan apa yang Mahar rasakan. Benar-benar menikmati setiap detik dengan senyum yang membuat hidup terasa lebih ringan tanpa keluh kesah.

Lintang. Seorang jenius alam yang sempat membuat saya menangis saat menyaksikkan perannya. Semangat belajarnya tak pernah pudar sampai ia tumbuh menjadi “seseorang”.  Bahkan ia tularkan pada anaknya juga. Lintang punya karakter yang sangat kuat dalam film ini. Kemampuan otaknya melebihi laskar pelangi yang lain. Namun bukan itu poin utamanya. Ketika ia tahu ayahnya telah tiada, Lintang benar-benar menunjukkan pada kita bahwa hidup memang keras dan tetap harus kita hadapi dengan baik apapun yang terjadi.

Ya.. saya sangat mengagumi sosok lintang. Apalagi saat ia mengucapkan sederet kalimat ini pada Ikal dengan lantang.

″Hidup itu harus punya cita-cita, dan di sekolah inilah perjalanan kita mulai!″

Seperti lirik lagunya “menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga” kawan :)

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang

tanpa lelah sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi

walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

-Nidji – Laskar Pelangi -

h1

kertak.gertak.derak

September 22, 2008

tersentak
karena kertak
membelalak
karena gertak

tak mampu bergerak
hanya berdetak

serak berteriak
biarkan tergeletak
tanpa derak
hingga sesak merangkak
hingga merah tercetak

atau menunggu kerak menguak?
hingga mereka melacak
dan jiwa terhenyak
sampai retak

mereka tak kuasa menolak
bahkan mengelak
dari birokrasi yang mereka tenggak

coba tebak
apa pantas kau sebut bijak?

p.s.: untuk para pejabat dan koruptor yang suka menyentak dan berteriak sampai terasa pekak.. bahkan sesak menyelak.

h1

berdamai dengan kegelapan

September 15, 2008

langkah kakiku berjalan menuju sebuah ruang tunggu. aku tau aku akan bertemu siapa, namun belum pernah kutatap muka dengannya sebelumnya.

ia sudah duduk di sana. ruang tunggu dengan satu meja kaca persegi panjang dan enam kursi yang mengelilinginya. tubuhnya beranjak bangun, berdiri, dan tersenyum padaku. secepat itu, padahal jarakku masih terpaut beberapa langkah dari ambang pintu.
hebat sekali, pikirku. ia dapat merasakan kehadiranku begitu cepat.

aku menyapa, tersenyum, dan ia merasakannya. baru kali ini aku bertemu orang yang benar-benar hidup. merinding. ya sosoknya sempat membuat bulu kudukku menari.

aku tertegun sejenak menyadari kesempurnaanku. namun dalam sedetik, aku justru merasa sangat kecil. bahkan tak ada apa-apanya darinya.

tak kusia-siakan kumpulan detik yang begitu berharga itu. aku pun bertukar pikiran dengannya. berceloteh dan juga mendengarkan banyak hal. asam garam kehidupan seorang ia.

ia terbiasa sendiri. naik angkot sendiri. pergi kemana-mana sendiri. ia bahkan seperti orang biasa. ia kuliah di universitas biasa. berkomunikasi dengan telepon genggam biasa. menggunakan laptop dan mengetik dengan biasa (bahkan menurutku malah lebih cepat dari orang biasa). sama seperti kita. mungkin bedanya, laptop dan handphonesendiri untuk memudahkannya.
ya sendiri, ia melakukan semuanya sendiri.
sedikit ia modifikasi

cerdas dan bersahaja. dua kata itu yang bisa kusimpulkan tentang kepribadiannya. bukan hanya sekedar pintar. ia punya sesuatu. namun pongah tak tampak sedikit pun dari raut wajah dan perilakunya.

kau tau kawan? selama tujuh tahun masa kecilnya, ia hanya tau dunia itu terdiri dari kumpulan suara saja. jangankan melihat wujud dan bentuk, sahabat kentalnya hanya hitam.

eko ramaditya adikarablogger.journalist.sound engineer.nintendo freak.music composer. and he’s a blind man.

keterbatasannya tak membuat ia berhenti berkarya. dunianya tak sekedar hitam putih. tapi justru lebih berwarna-warni dari orang normal yang bisa menelanjangi dunia bukan dengan telinga.

aku tersenyum.
menyadari betapa besar anugerah terindah dari-Nya.

aku malu.. ya jujur saja..
atau mungkin kita semua justru juga malu?

jangankan berdamai dengan kegelapan. bersahabat dengan cahaya saja kadang kita tak mampu. bergulat dengan nyata saja kadang kita mengeluh. bahkan menghindar menyerah sering menjadi pilihan. dan

ia tak hanya berdamai dengan kegelapan, tapi berteman baik.
bahkan berprestasi di dalamnya!

meskipun Rama tak pernah memilikinya, aku yakin ia bisa melihat. bahkan melihat lebih dari apa yang bisa mata sejati lihat.
karena ia.. menyentuh dunia dengan rasa.

terus berkarya Rama, hidupmu menginspirasiku!
dan mungkin juga hidup banyak orang di luar sana..

glad to be ur new friend.. God bless ur whole life!

p.s.: i recomend “The Power of Blind” to read. the book is a very simple autobiography but so powerful & inspirational (btw, he made it by him self with his own fingers!) :)

h1

shit happens.yeah..

September 9, 2008

Aaaaaa…
Pengen hiking terus teriak sekenceng-kencengnya di atas gunung!

Yeah i know shit happens. Tapi kenapa di hari yang menyenangkan dan di bulan penuh rahmat ini???
Gila yah, bulan puasa kaya ga ada artinya sama sekali!
Damn! Fuckin’ bastard pickpocket! semoga rahmatmu berlimpah..

Masalahnya bukan berapa harga hpnya, tapi itu amanat bokap gue..
Tas baru gue yang ciamik nan keren itu juga disilet sampe ke dalem-dalem
udah kaya operasi bedah!
Gue curiga si pencopet adalah mantan dokter bedah yang dipecat lalu frustasi pindah profesi!!

Hebat! Sampai sekarang gue masih kagum dengan caranya mengambil handphone gue yang letaknya tersembunyi.. Aahh..aku terpana..

Yayayaa.. harus ngurus nomor lagi, menyebalkan..
Mana ngurus nomor XL prosedurnya ribet bgt lagi, mahal pula!
Any ideas to get my xl number with an easy and fast way?

Aduh jadi skeptis kalo naik kreta nih.. huhu..

Tapi itu akses paling cepat menuju kantor, lalu gue harus bagaimana? Nyewa helikopter pribadi?!! Yeah, i wish i could!

Kalo kata temen gue, “Jangan pernah percaya siapapun deh cy karena di kereta isinya dari orang jahat sampai orang yang lebih jahat lagi. Jadi pasang tampang judes aja ke semua orang..”

Tadinya gue sih ga nanggepin pendapatnya, tapi setelah kejadian sore tadi menuju kampus tercinta..

Yeahh.. i’m being so sceptical now..

and then maybe.. :(